Sign up with your email address to be the first to know about new products, VIP offers, blog features & more.

Pesan Bos First Travel dari Balik Jeruji Besi Pada Calon Jemaah

Direktur Paling utama PT First Anugerah Karya Wisata dengan kata lain First Travel Andika Surachman bersama sang istri, Anniesa Hasibuan serta adiknya, Kiki Hasibuan memohon maaf pada beberapa calon jemaah umrah.

Hal semacam ini disibakkan Andika, Anniesa, serta Kiki yang saat ini mendekam dibalik jeruji Rutan Polda Metro Jaya pada Kuasa Hukum nya, Deski.

” Saya ingin memberitahukan untuk semuanya jemaah, pesan Pak Andika yang di sampaikan ke kami kalau Pak Andika, Bu Anniesa serta Bu Kiki memohon maaf, memohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya, ” kata Deski mengemukakan pesan Andika, dalam rapat creditur yang diadakan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2017).

Deski mengungkap, Andika bersama Anniesa serta Kiki mengaku mereka lupa yang menyebabkan beberapa puluh ribu calon jemaah tidak kunjung diberangkatkan umrah.

Walau sebenarnya, calon jemaah ini telah membayar lunas cost perjalanan umrah mereka.

” Kehadiran kuasa hukum ke sini yaitu jadi rasa tanggung jawab kami hingga sekarang ini. Apa pun yang berkembang di media, kami anggap teguran untuk kami dari Allah SWT, semoga dengan sistem PKPU (penundaan keharusan pembayaran utang), sistem di Bareskrim adalah semula kebangkitan kebaikan yang juga akan kami terima, ” kata Deski.

Pesan Andika yang lain yaitu merekomendasikan beberapa calon jemaah untuk memajukan penagihan PKPU. Dengan hal tersebut, lanjut dia, hak-hal calon jemaah bisa tercukupi.

Penagihan bisa didaftarkan ke Sekretariat Grand Wijaya Center serta juga akan di terima oleh tim pengurus PKPU First Travel. Deski mengatakan, Andika masih tetap memiliki komitmen memberangkatkan semuanya calon jemaah untuk umrah.

” Baik jemaah yang telah mendaftar sistem PKPU ataupun tidak, kami inginnya semuanya jemaah diberangkatkan (umrah). Menurut pembicaraan Pak Andika jadi dirut, ini adalah utang dunia akhirat, ” kata Kepala Divisi Legal Handling Complaint First Travel itu.

Pengadilan Niaga terlebih dulu mengambil keputusan First Travel dalam masa PKPU. Amar putusan dibacakan Hakim Ketua, John Tony Hutauruk dalam persidangan PKPU di PN Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

Majelis hakim berikan saat First Travel sepanjang 45 hari untuk membuat proposal perdamaian. Mengenai permintaan PKPU ini diserahkan 25 Juli 2017 lantas oleh tiga orang calon jemaah umrah First Travel.

Mereka yaitu Hendarsih, Euis Hilda Ria serta Ananda Perdana Saleh. Mereka adalah calon jemaah umrah yang sudah membayar lunas cost pada First Travel, tetapi tidak kunjung diberangkatkan umrah.

Keseluruhan tagihan ke-3 pemohon itu menjangkau Rp 54, 4 juta. Sampai 4 September 2017, sejumlah 1. 025 creditur mendaftar ke tim pengurus dengan keseluruhan penagihan Rp 49 miliar.

Dalam masalah ini, First Travel tawarkan harga pemberangkatan umrah yang lebih murah dari agen travel yang lain.

Konsumen tergiur serta pesan paket umrah. Tetapi, sampai batas saat yang dijanjikan, calon jemaah tidak kunjung pergi.

Perusahaan itu lalu dipandang menipu calon jemaah yang menginginkan melakukan umrah. Polisi lalu mengambil keputusan Andika serta Anniesa jadi tersangka.

Kemudian, polisi mengambil keputusan tersangka yang lain, yakni Siti Nuraidah Hasibuan dengan kata lain Kiki Hasibuan sebagai Direktur Keuangan sekalian Komisaris First Travel.

No Comments Yet.

What do you think?

Your email address will not be published. Required fields are marked *